Taliban Pakistan Ancam akan Serang Washington DC  

Tuesday, March 31, 2009

Warnaislam.com- Pemimpin Taliban Pakistan menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang terjadi di Akademi Polisi di Lahore Senin kemarin. Hari ini Baitullah Mehsud menyatakan bahwa penyerangan tersebut menyebabkan sekurang-kurangnya 8 polisi tewas, dan bersumpah untuk meluncurkan penyerangan ke Washington DC.

"Kami akan segera melancarkan serangan ke Washington DC yang nantinya akan mengejutkan seluruh dunia." tegas Mehsud, seperti yang dilansir Al-Jazeerah siang tadi.

Mehsud menambahkan bahwa rencana penyerangan ke Washington DC nanti akan menjadi tindakan balas dendam atas penyerangan di Pakistan, dimana Amerika diduga menjadi dalangnya.

Dalam penyerangan Senin lalu, sekelompok orang yang menyamar sebagai petugas kepolisian menyerang akademi polisi di lokasi tak jauh dari kota Lahore, yang menyebabkan sekurang-kurangnya 20 petugas tewas dan 100 lainnya luka-luka. [aini-pakistan]

sumber: http://www.warnaislam.com/berita/dunia/2009/3/31/72060/Taliban_Pakistan_Ancam_akan_Serang_Washington_DC.htm

AddThis Social Bookmark Button

Links to this post Email this post


Bom Meledak di Pakistan, 50 tewas 170 luka-luka  

Sunday, March 29, 2009

Warnaislam.com- Sekitar 50 orang tewas dan 170 luka-luka akibat bom yang meledak pada hari jumat kemarin, saat ritual shalat Jumat berlangsung didalam masjid Jamrud, Pakistan.


Masjid tersebut terletak di jalan utama Peshawar-Turkham, sekitar 20 km ke arah barat kota Peshawar, dan 25 km ke arah timur dari perbatasan Afghanistan, dan biasanya mengangkut penumpang yang hilir mudik antara Pakistan dan Afghanistan.

"Peristiwa tersebut terjadi karena peristiwa bom bunuh diri." tegas Tariq Hayat, seorang administrator Agen Khyber, seperti yang dilansir oleh media lokal Dawn News edisi Sabtu 28 Maret. Tariq Hayat menuduh Taliban sebagai dalang dibalik pembunuhan ini.

"Mereka (Taliban, red) ingin menyebarkan teror, dan tempat manapun yang berpotensi untuk mendapatkan korban maximal akan menjadi sasaran mereka." Paparnya lagi.

Hayat mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut melompat ke arah jamaah sholat Jumat dan meledakkan dirinya tepat ketika sholat berjamaah baru saja dimulai.

Beberapa agen media asing menaksir jumlah korban yang tewas mencapai 50 orang. Namun berdasarkan penuturan seorang saksi mata, korban yang tewas mencapai sekurang-kurangnya 70 orang, pertama akibat ledakan kuat, kedua akibat reruntuhan bangunan masjid.

"Tepat setelah imam sholat Jumat membaca lafadz 'Allahu Akbar' ledakan kuat tersebut terdengar," ujar seorang pria yang tinggal berdekatan dengan masjid Jamrud.

"Peristiwa tersebut layaknya peristiwa yang penuh dengan lumuran darah. Disekitar masjid ditemui darah dan anggota badan yang terpisah. Saya tidak pernah melihat peristiwa tragis seperti ini selama hidup saya." Tutur Arman, seorang saksi mata.

"Ketika imam melafadzkan 'Allahu Akbar' ledakan terdengar," tutur Tauseer khan, 70, dari sebuah rumah sakit di Peshawar.

"Kejadian tersebut sangat menakutkan. Saya masih belum bisa mendengar dengan baik." aku Khan, korban yang terluka di tangan dan wajahnya. Putra dan cucunya juga mengalami luka-luka.

Saat pengeboman terjadi, shalat Jumat di masjid Jamrud tersebut dihadiri oleh 250 hingga 300 jamaah yang berdiri didalam dan dihalaman masjid. Sebanyak 158 korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit di Peshawar.

Televisi lokal Pakistan menayangkan peristiwa ketika para anggota jemaah yang ikut melaksanakan shalat Jumat ditemukan digundukan batu bata, setelah tubuh-tubuh mereka ditarik keluar dan dibawa menuju ambulan setelah dibungkus dengan kain dan ditali.

Dawn, salah satu channel Televisi lokal menayangkan kecaman Hayat terhadap pelaku bom bunuh diri tersebut. Ia mengatakan bahwa siapapun yang menyerang jamaah shalat Jumat dengan bom ke dalam sebuah masjid, bukanlah tindakan melakukan jihad. Sebaliknya, mereka itu kafir dan merupakan musuh-musuh negara Pakistan, juga musuh-musuh Islam.

Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Yousaf Raza Gilani juga mengecam peristiwa bom bunuh diri tersebut.

Pemimpin Partai Nasional Awami (ANP) di provinsi NWFP (Nort West Frontier Pakistan), Asfabdar Wali Khan juga mengatakan bahwa para pelaku bom tersebut telah melakukan sebuah tindak yang tidak manusiawi. "Mereka yang telah melakukan penyerangan bukanlah manusia lagi, tapi binatang..." serunya geram. [aini-pakistan]

sumber: http://warnaislam.com/berita/list/2009/3/29/27960/Bom_Meledak_Pakistan_50_tewas_170_Luka-luka.htm




AddThis Social Bookmark Button

Links to this post Email this post


Pakistan Rayakan Hari Kembalinya Chaudhry ke Jabatan Ketua MA  

Wednesday, March 25, 2009

Warnaislam.com- Chaudhry kembali didudukkan di kursi jabatan ketua MA dalam upaya menghilangkan ketegangan akibat krisis politik Pakistan.

Iftikhar Muhammad Chaudhry dan 60 hakim lainnya dipecat oleh mantan Presiden Pervez Musharraf 3 November 2007 lalu, ketika negeri Pakistan dalam keadaan darurat dimana Musharraf ingin memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden yang sudah diujung tanduk.

Tanggal 16 Maret lalu, PM Yousaf Raza Gilani mengumumkan secara resmi mengenai pemulihan jabatan Chaudhry dan beberapa hakim lain, setelah sebelumnya serangkaian unjuk rasa terjadi di dalam negeri.

Hari ini (selasa, red), Pakistan merayakan hari kembalinya sang hakim yang disambut dengan suka cita ditengah-tengah para pengacara. "Hari ini adalah hari kemenangan bagi rakyat Pakistan," seru Aitzaz Ahsan, pemimpin unjuk rasa yang dilakukan para pengacara dalam upaya menuntut pemulihan jabatan Iftikhar Chaudhry beberapa waktu lalu.

Para pendukung Chaudhry melempar serpihan bunga-bunga ke mobil Chaudry saat memasuki halaman gedung Mahkamah Agung.

"Selamat datang, Selamat Datang…!" sambut para pengacara setiba Chaudhry di gedung Mahkamah Agung yang terletak di jantung ibu kota Islamabad.

Presiden pakistan, Asif Ali Zardari, dalam pesannya Senin lalu, mendorong golongan-golongan yang berseteru dalam politik agar mengesampingkan dahulu perbedaan-perbedaan yang menyulut perseteruan, dan mengajak seluruh kalangan untuk berpartisipasi dan bekerjasama dalam upaya rekonsiliasi nasional.

PM Yousaf Raza Gilani juga mengunjungi kediaman Nawaz Sharif, pemimpin partai oposisi yang mendukung unjuk rasa nasional menjelang 16 Maret lalu, dalam upaya menuntut pemulihan jabatan Chaudhry. [aini-pakistan]

sumber: http://www.warnaislam.com/berita/list/2009/3/25/22140/Pakistan_Rayakan_Hari_Kembalinya_Chaudhry_ke_Jabatan_Ketua_MA.htm

AddThis Social Bookmark Button

Links to this post Email this post


Chaudhry Akan Kembali Memegang Jabatan Ketua MA Pakistan  

Thursday, March 19, 2009


Warnaislam.com- Iftikhar Muhammad Chaudhry akan dipulihkan jabatannya, sebagaimana diumumkan secara resmi oleh Perdana Menteri Pakistan, Yousaf Raza Gilani tanggal 16 Maret lalu.

Sejak Senin hingga hari ini (kamis, red) rumah Chaudhry masih ramai dengan kunjungan-kunjungan, baik dari para hakim, pejabat, maupun kalangan biasa. Bahkan, kalangan mahasiswa pun turut mengucapkan selamat secara langsung, seperti yang dilakukan oleh puluhan mahasiswi Universitas Islam Internasional Islamabad (IIUI) Rabu kemarin.

Iftikhar Chaudhry adalah ketua Mahkamah Agung yang dipecat secara non-konstitusional bersama 60 hakim lainnya dimasa pemerintahan Pervez Musharraf tahun 2007 lalu. Rentetan unjuk rasa sempat terjadi dalam upaya menuntut pemulihan jabatan beberapa hakim yang belum dipulihkan jabatan lamanya, termasuk Chaudhry.

Namun, unjuk rasa nasional menuju Islamabad yang diisukan akan terjadi Senin 16 Maret ternyata tidak terjadi mengingat pada hari itu juga PM Yousaf Raza Gilani secara resmi mengumumkan pemulihan jabatan atas Iftikhar Chaudry dan beberapa hakim lainnya. Chaudry akan kembali memegang jabatannya 21 Maret mendatang.

Serangkaian unjuk rasa tersebut didukung oleh pemimpin partai oposisi, Nawaz Sharif, mantan PM Pakistan yang pernah dikudeta oleh mantan Presiden Pervez Musharraf. Nawaz Sharif dan Asif Ali Zardari pernah bekerjasama dalam melengserkan Musharraf dari kursi kepresidenan. Namun, sengketa politik antara Sharif dan Zardari sempat terjadi. Dan tuntutan atas pemulihan jabatan para hakim diatas sepertinya akan menambah ketegangan dan perseteruan politik antara Sharif dan Presiden Zardari. [aini-pakistan]


sumber: http://www.warnaislam.com/berita/list/2009/3/19/54360/Chaudhry_Akan_Kembali_Memegang_Jabatan_Ketua_MA_Pakistan.htm

AddThis Social Bookmark Button

Links to this post Email this post


 

Design by Amanda @ Blogger Buster