Presiden Nigeria Tawarkan Amnesti Bagi Pemberontak di Delta  

Friday, April 3, 2009


Warnaislam.com- Presiden Negeria menyatakan siap untuk memberikan amnesti kepada angkatan bersenjata di delta Nigeria yang kaya dengan minyak, bagi mereka yang bersedia menurunkan senjatanya.

Penyerangan terhadap perlengkapan dan tempat-tempat minyak, juga penyanderaan atas staf mereka telah mengakibatkan berkurangnya penghasilan minyak Nigeria sebanyak 25% selama 3 tahun terakhir.

“Kami akan memberikan amnesti kepada mereka yang siap untuk menurunkan senjatanya. Termasuk merehabilitasi dan menyatukan mereka kedalam sistem,” ujar Umaru YarAdua saat pertemuan para pemimpin Partai Demokratis Rakyat (PDP) di Abuja Kamis lalu.

Beberapa pasukan bersenjata, seperti Gerakan Emansipasi Delta Niger (Mend) menyatakan bahwa mereka sedang berjuang untuk mendapatkan bagian yang lebih besar dari sumber-sumber penghasil minyak. Namun, YarAdua mengatakan bahwa administrasinya telah menyediakan ‘biaya penuh’ untuk daerah tersebut.

Penolakan Para Pemberontak

Mend, yang juga menuntut demilitarisasi atas Delta, layanan-layanan umum, pembebasan para aktifis yang dipenjara dan kompensasi atas polusi minyak, telah membatalkan tawaran dari YarAdua.

“Mend tidak akan menurunkan senjatanya hanya semata dikarenakan pernyataan dari YarAdua,” tegasnya dalam sebuah email yang dikirim kepada agen berita Reuters.

“Itu hanya akan menjadi pertimbangan dalam rencana kerjasama perdamaian yang baik, dibawah pengawasan sebuah mediator internasional,” lanjutnya.

YarAdua mengatakan bahwa dewan keamanan nasional –termasuk ketua staff pertahanan, menteri dalam dan luar negeri dan petugas keamanan senior lainnya- akan mengadakan pertemuan pekan depan untuk melanjutkan ‘peraturan-peraturan baru bagi perjanjian’ di delta Niger.

Meski Nigeria merupakan pengekspor minyak terbesar nomor delapan dunia, namun lebih dari 70% penduduknya hidup dengan penghasilan kurang dari $1 perhari, dan sepertiga rakyatnya hidup dibawah garis kemiskinan.

Diduga, bahwa sedikit dari rakyat Nigeria yang mengambil keuntungan dari hasil minyak bumi sejak eksplorasi dimulai pada tahun 1970-an karena pembagian keuntungan telah dikurangi oleh tindak korupsi dan menejemen yang salah. [Aini-Pakistan]



sumber: http://www.warnaislam.com/berita/list/2009/4/3/26880/Presiden_Nigeria_Tawarkan_Amnesti_Bagi_Pemberontak_Delta.htm

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Taliban Pakistan Ancam akan Serang Washington DC  

Tuesday, March 31, 2009

Warnaislam.com- Pemimpin Taliban Pakistan menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang terjadi di Akademi Polisi di Lahore Senin kemarin. Hari ini Baitullah Mehsud menyatakan bahwa penyerangan tersebut menyebabkan sekurang-kurangnya 8 polisi tewas, dan bersumpah untuk meluncurkan penyerangan ke Washington DC.

"Kami akan segera melancarkan serangan ke Washington DC yang nantinya akan mengejutkan seluruh dunia." tegas Mehsud, seperti yang dilansir Al-Jazeerah siang tadi.

Mehsud menambahkan bahwa rencana penyerangan ke Washington DC nanti akan menjadi tindakan balas dendam atas penyerangan di Pakistan, dimana Amerika diduga menjadi dalangnya.

Dalam penyerangan Senin lalu, sekelompok orang yang menyamar sebagai petugas kepolisian menyerang akademi polisi di lokasi tak jauh dari kota Lahore, yang menyebabkan sekurang-kurangnya 20 petugas tewas dan 100 lainnya luka-luka. [aini-pakistan]

sumber: http://www.warnaislam.com/berita/dunia/2009/3/31/72060/Taliban_Pakistan_Ancam_akan_Serang_Washington_DC.htm

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Bom Meledak di Pakistan, 50 tewas 170 luka-luka  

Sunday, March 29, 2009

Warnaislam.com- Sekitar 50 orang tewas dan 170 luka-luka akibat bom yang meledak pada hari jumat kemarin, saat ritual shalat Jumat berlangsung didalam masjid Jamrud, Pakistan.


Masjid tersebut terletak di jalan utama Peshawar-Turkham, sekitar 20 km ke arah barat kota Peshawar, dan 25 km ke arah timur dari perbatasan Afghanistan, dan biasanya mengangkut penumpang yang hilir mudik antara Pakistan dan Afghanistan.

"Peristiwa tersebut terjadi karena peristiwa bom bunuh diri." tegas Tariq Hayat, seorang administrator Agen Khyber, seperti yang dilansir oleh media lokal Dawn News edisi Sabtu 28 Maret. Tariq Hayat menuduh Taliban sebagai dalang dibalik pembunuhan ini.

"Mereka (Taliban, red) ingin menyebarkan teror, dan tempat manapun yang berpotensi untuk mendapatkan korban maximal akan menjadi sasaran mereka." Paparnya lagi.

Hayat mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut melompat ke arah jamaah sholat Jumat dan meledakkan dirinya tepat ketika sholat berjamaah baru saja dimulai.

Beberapa agen media asing menaksir jumlah korban yang tewas mencapai 50 orang. Namun berdasarkan penuturan seorang saksi mata, korban yang tewas mencapai sekurang-kurangnya 70 orang, pertama akibat ledakan kuat, kedua akibat reruntuhan bangunan masjid.

"Tepat setelah imam sholat Jumat membaca lafadz 'Allahu Akbar' ledakan kuat tersebut terdengar," ujar seorang pria yang tinggal berdekatan dengan masjid Jamrud.

"Peristiwa tersebut layaknya peristiwa yang penuh dengan lumuran darah. Disekitar masjid ditemui darah dan anggota badan yang terpisah. Saya tidak pernah melihat peristiwa tragis seperti ini selama hidup saya." Tutur Arman, seorang saksi mata.

"Ketika imam melafadzkan 'Allahu Akbar' ledakan terdengar," tutur Tauseer khan, 70, dari sebuah rumah sakit di Peshawar.

"Kejadian tersebut sangat menakutkan. Saya masih belum bisa mendengar dengan baik." aku Khan, korban yang terluka di tangan dan wajahnya. Putra dan cucunya juga mengalami luka-luka.

Saat pengeboman terjadi, shalat Jumat di masjid Jamrud tersebut dihadiri oleh 250 hingga 300 jamaah yang berdiri didalam dan dihalaman masjid. Sebanyak 158 korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit di Peshawar.

Televisi lokal Pakistan menayangkan peristiwa ketika para anggota jemaah yang ikut melaksanakan shalat Jumat ditemukan digundukan batu bata, setelah tubuh-tubuh mereka ditarik keluar dan dibawa menuju ambulan setelah dibungkus dengan kain dan ditali.

Dawn, salah satu channel Televisi lokal menayangkan kecaman Hayat terhadap pelaku bom bunuh diri tersebut. Ia mengatakan bahwa siapapun yang menyerang jamaah shalat Jumat dengan bom ke dalam sebuah masjid, bukanlah tindakan melakukan jihad. Sebaliknya, mereka itu kafir dan merupakan musuh-musuh negara Pakistan, juga musuh-musuh Islam.

Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Yousaf Raza Gilani juga mengecam peristiwa bom bunuh diri tersebut.

Pemimpin Partai Nasional Awami (ANP) di provinsi NWFP (Nort West Frontier Pakistan), Asfabdar Wali Khan juga mengatakan bahwa para pelaku bom tersebut telah melakukan sebuah tindak yang tidak manusiawi. "Mereka yang telah melakukan penyerangan bukanlah manusia lagi, tapi binatang..." serunya geram. [aini-pakistan]

sumber: http://warnaislam.com/berita/list/2009/3/29/27960/Bom_Meledak_Pakistan_50_tewas_170_Luka-luka.htm




AddThis Social Bookmark Button

Email this post


 

Design by Amanda @ Blogger Buster